Kita sejenis daun..
Menepih lalu bersarang
Entah keberapa dan kemana kita akan tetap seperti debu dan abu
Kau dan aku
Masih tetap seperti kita
Menyulam senyum di bibir pantai,
di bawah cahaya senja
Kala itu....,
Mungkin saja kau masih ingat...
Ketika kita bersua di beranda desa kita
Kau menyulam kata di bibir manismu
"Aku sayang kamu.."
Meski kau tahu aku diam
Kau masih ketika kita mengaduh
Meriak..
Berlari... ,
Lalu kau terjatuh....
Dan kita tertawa lepas
Bebas...
Kau ingat waktu itu
Senja sedang bergurau meramuh kisahnya sendiri
Di merapuh mimpi yang kita ceritakan ternyata senja tak merekamnya
Kau dan aku kehilangan nahkodanya
Sebab kita tidak akan pernah sama..
Aku daun dan kau rantingnya...
Jika kita berpisah...
Ia akan menyelinap masuk dirimu
Kapanpun..
Diamanapun..
Semaunya..
Sebab kita adalah fajar dan senja kehidupan waktu ini..
Masih di mei yang sama waktuku kisahkan kepadaNya
Oleh : chan setu
Refleksi Bulan Maria..
Berdiam dalam naungan sabda.
Senja di matamu
Kamis, 03 Mei 2018
Aku masih disini
Pagi baru saja bertamu di surga kecil kita
Mampirlah embun
Ku harap kau suguhkan secangkir kopi
Biar aroma pagi menyengat tubuhmu
Jika siang mendahulu ceritamu
Akhiri saja...
Tunggulah senja biar binar matamu tak perlu redup
Aku masih disini
Di dasar hati yang menitih
Lelah di lembaran bisu..
Kau tak harus takut
Senja masih singgah di meja perjamuan kita
Sebentar, kita akan tahu
Siapa yang mendahului kita terlelap...
Mimpi...
Aku
Kau
Atau kita
Mungkin saja...
Februari,2018
Che st.
* tentang sebuah rindu untuk gadis berwajah puisi. K.M.
Mampirlah embun
Ku harap kau suguhkan secangkir kopi
Biar aroma pagi menyengat tubuhmu
Jika siang mendahulu ceritamu
Akhiri saja...
Tunggulah senja biar binar matamu tak perlu redup
Aku masih disini
Di dasar hati yang menitih
Lelah di lembaran bisu..
Kau tak harus takut
Senja masih singgah di meja perjamuan kita
Sebentar, kita akan tahu
Siapa yang mendahului kita terlelap...
Mimpi...
Aku
Kau
Atau kita
Mungkin saja...
Februari,2018
Che st.
* tentang sebuah rindu untuk gadis berwajah puisi. K.M.
Katharina...
Kemarin kita telah bersua di bar mimpi kita
Kau dan aku bertanya kemana narasi cinta kita kan pergi
Kala bir terakhir kita sisakan untuk pendarnya cahaya rembulan
Katharina...
Kau pernah mencatat sebait puis,
Jika tak salah kau judulkan senja
Katharina...
Aku baru saja berceloteh di meja bar kita
Sebab masih ada kunang-kunang yang mampir
Di teguk secangkir untuk sebibir
Kita telah bersetubuh dalam cangkir bir pertama dan terakhir
Biar telanjang kita,cukup sampai di teguk terakhir
Tuk menjemput mimpi diakhir mimpi
Oktober,2017
Che st.
Kemarin kita telah bersua di bar mimpi kita
Kau dan aku bertanya kemana narasi cinta kita kan pergi
Kala bir terakhir kita sisakan untuk pendarnya cahaya rembulan
Katharina...
Kau pernah mencatat sebait puis,
Jika tak salah kau judulkan senja
Katharina...
Aku baru saja berceloteh di meja bar kita
Sebab masih ada kunang-kunang yang mampir
Di teguk secangkir untuk sebibir
Kita telah bersetubuh dalam cangkir bir pertama dan terakhir
Biar telanjang kita,cukup sampai di teguk terakhir
Tuk menjemput mimpi diakhir mimpi
Oktober,2017
Che st.
Malamku
Malamku...
Kusisihkan namanya di jurnalku
Meski jeda oleh coretan pena
Aku hanya ingin berpuisi
Berpuisi dimatanya...
Mata kita..
April,2018
Che st.
Kusisihkan namanya di jurnalku
Meski jeda oleh coretan pena
Aku hanya ingin berpuisi
Berpuisi dimatanya...
Mata kita..
April,2018
Che st.
Suratan Takdir
Kau percaya dengan catatan takdir..
Selepas berdiam, sunyi kembali kuwakili kata-kataku untuk sebuah memiri lalu
Kau catat kenangan paskah kita di rumah bukti tentang lepas goresan kecil di beranda tua
Dalam reyot dinding menyepih pigura rindu..
Kembali ku catat seulas lesung mencium piluh bibir tawar
Kemana kan kau bawah lari sunyi ini...
Kala cinta kita baru saja mekar di pucuk ranum pukul sembilan kemarin
Dimana dirimu, kala kucatat parasmu menjadi puisi pertama mewakili narasi terkahirku..
Biatlah kuta catat dengan tintah cinta di pualam bisu dunia kita
Bisu tak menepih...
Sunyi tanpa harus berdiam
Kita bercerita biar narasi kita bersambung
Persis kala kita berjumpa di beranda rumahNya
Lalu kita mengawalinya di angka dua puluh depalan, enam bulan lalu..
Untuk sebuah pujian kau merdukan dengan siulan waktumu
Lalu ki bungkus di saku celanaku sebuah catatan terakhir puisi kita..
Gadis jurnalku...
Senja sehari menjelang purnama...
April
Che st.
Selepas berdiam, sunyi kembali kuwakili kata-kataku untuk sebuah memiri lalu
Kau catat kenangan paskah kita di rumah bukti tentang lepas goresan kecil di beranda tua
Dalam reyot dinding menyepih pigura rindu..
Kembali ku catat seulas lesung mencium piluh bibir tawar
Kemana kan kau bawah lari sunyi ini...
Kala cinta kita baru saja mekar di pucuk ranum pukul sembilan kemarin
Dimana dirimu, kala kucatat parasmu menjadi puisi pertama mewakili narasi terkahirku..
Biatlah kuta catat dengan tintah cinta di pualam bisu dunia kita
Bisu tak menepih...
Sunyi tanpa harus berdiam
Kita bercerita biar narasi kita bersambung
Persis kala kita berjumpa di beranda rumahNya
Lalu kita mengawalinya di angka dua puluh depalan, enam bulan lalu..
Untuk sebuah pujian kau merdukan dengan siulan waktumu
Lalu ki bungkus di saku celanaku sebuah catatan terakhir puisi kita..
Gadis jurnalku...
Senja sehari menjelang purnama...
April
Che st.
Rabu, 02 Mei 2018
Katharina
Kita bertemu sewaktu mimpi
Seperempat kisah yang kita bungkus
Persis sewaktu pelangi malam menyeduh embun
Dimana belai kasihmu?
Sejam lagi atau lebih..
Kau beranjak dari negeri kabut
Meninggalkan khas jejak aroma tubuhmu di perapian malamku
Tinggal sedetik lagi
Kita kembali bertemu
Hanya saja embun pagi telah menyelinap pergi di ranting fajar
Kapan kita bermadu mimpi...?
Tanya melingkar, beriak mimpi
Seperempat waktumu telah kita pisahkan di telapak kata
Karang memanggil beranjak
Tangan mengengam,beraduh
Mana jalanmu..
Katharina di waktu tersisih
Menjelang pisah
Menuntun masa depan
Katharina, selamat datang di dunia waktu
Mei,2018
Che st.
Seperempat kisah yang kita bungkus
Persis sewaktu pelangi malam menyeduh embun
Dimana belai kasihmu?
Sejam lagi atau lebih..
Kau beranjak dari negeri kabut
Meninggalkan khas jejak aroma tubuhmu di perapian malamku
Tinggal sedetik lagi
Kita kembali bertemu
Hanya saja embun pagi telah menyelinap pergi di ranting fajar
Kapan kita bermadu mimpi...?
Tanya melingkar, beriak mimpi
Seperempat waktumu telah kita pisahkan di telapak kata
Karang memanggil beranjak
Tangan mengengam,beraduh
Mana jalanmu..
Katharina di waktu tersisih
Menjelang pisah
Menuntun masa depan
Katharina, selamat datang di dunia waktu
Mei,2018
Che st.
Mata
Kucatat sepenggal doa di bibir tempat tidur kita
Jika bening matamu menelanjangi tubuh
Akhirnya kita bersetubuh
Meninggalkan poros waktu di tanya kapan mata terpenjam
Beningmu...
Di catat tepat menjadi kekasih terakhir hidupku
Tanpa kau jatuhkan derainya
Biar mentari senja mengurung diri
membungkus dunia kecil kita
Jika berakhir
Kau dan aku menungang keledai kecil
Sebelum malam di matamu redup dalam mimpi kecil kita...
Mei,2018
Che st.
Jika bening matamu menelanjangi tubuh
Akhirnya kita bersetubuh
Meninggalkan poros waktu di tanya kapan mata terpenjam
Beningmu...
Di catat tepat menjadi kekasih terakhir hidupku
Tanpa kau jatuhkan derainya
Biar mentari senja mengurung diri
membungkus dunia kecil kita
Jika berakhir
Kau dan aku menungang keledai kecil
Sebelum malam di matamu redup dalam mimpi kecil kita...
Mei,2018
Che st.
Langganan:
Postingan (Atom)